Judul : Fungsi Pengorganisasian Dalam Manajemen
A.
Latar
Belakang
Pengorganisaian
(organizing) merupakan proses penyusunan stuktur organisasi yang sesuai dengan
tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya dan lingkungan yang
melingkupnya dan menyangkut pembagian pekerjaan untuk diselesaikan dan
mengkoordinasikan hasil-hasilnya. Pengorganisasian adalah fungsi
kedua dalam manajemen
dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur
organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya.
Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Maka dalam pembagian kerja itu harus benar-benar dilakukan dengan
cermat. Kemudian adapun fungsi-fungsi pengorganisasian dalam manajemen. Fungsi pengorganisasian adalah fungsi
manajemen yang berhubungan dengan pembagian tugas. Pengorganisasian mempermudah
manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk
melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah yang
dimaksud dengan koordinasi dan rentang
manajemen ?
2.
Apakah yang dimaksud wewenang serta apa saja jenis wewenang ?
3.
Apakah yang dimaksud dengan delegasi
?
4.
Apakah yang dimasud dengan sentralisasi
dan desentralisasi ?
Pembahasan
A.
Koordinasi
dan Rentang Manajemen
Salah satu ahli ekonomi, Handoko
(2003:195) mendefinisikan koordinasi (coordination) sebagai proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan
kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah (departemen atau
bidang-bidang fungsional) suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
secara efisien. Adapun menurut
ahli ekonomi lainnya, Mc. Farland (Handayaningrat,
1985:89) koordinasi adalah suatu proses di mana pimpinan mengembangkan
pola usaha kelompok secara teratur di antara bawahannya dan menjamin kesatuan
tindakan di dalam mencapai tujuan bersama.
Asas koordinasi adalah asas
skala (hirarki) artinya koordinasi itu dilakukan menurut jenjang-jenjang
kekuasaan dan tanggungjawab yang disesuaikan dengan jenjang-jenjang yang
berbeda-beda satu sama lain. Tegasnya, asas hirarki ini bahwa setiap atasan
(koordinator) harus mengkoordinasikan bawahan langsungnya.
Terdapat 3 (tiga) macam saling ketergantungan di antara satuan-satuan
organisasi seperti diungkapkan oleh James D. Thompson, yaitu:
·
Saling ketergantungan
yang menyatu (pooled interdependence), bila satuan-satuan organisasi tidak
saling tergantung satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian
tetapi tergantung pada pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk
suatu hasil akhir.
·
Saling
ketergantungan yang berurutan (sequential interdependece), di mana suatu satuan
organisasi harus melakukan pekerjaannya terlebih dulu sebelum satuan yang lain
dapat bekerja.
·
Saling
ketergantungan timbal balik (reciprocal interdependence), merupakan hubungan
memberi dan menerima antar satuan organisasi
Adapun
masalah dalam koordinasi antara lain :
·
Perbedaan
dalam orientasi terhadap tujuan tertentu. Para anggota dari departemen yang
berbeda mengembangkan pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai
kepentingan organisasi yang baik.
·
Perbedaan
dalam orientasi waktu. Manajer produksi akan lebih memperhatikan
masalah-masalah yang harus dipecahkan segera atau dalam periode waktu pendek. Biasanya bagian penelitian dan pengembangan lebih terlibat dengan
masalah-masalah jangka panjang.
·
Perbedaan
dalam orientasi antar-pribadi. Kegiatan produksi memerlukan komunikasi dan
pembuatan keputusan yang cepat agar prosesnya lancar, sedang bagian penelitian
dan pengembangan mungkin dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan
pendapat serta berdiskusi satu dengan yang lain.
·
Perbedaan
dalam formalitas struktur. Setiap tipe satuan dalam organisasi mungkin
mempunyai metode-metode dan standar yang berbeda untuk mengevaluasi program
terhadap tujuan dan untuk balas jasa bagi karyawan.
Kemudian terdapat tiga pendekatan dalam
koodinasi antara lain :
•
Teknik
manajemen dasar
•
Meningkatkan
koordinasi potensial
•
Mengurangi
kebutuhan akan koordinasi
Mekanisme pengkoordinasi dasar, yaitu : hirarki manajerial,
aturan dan prosedur serta rencana dan penetapan tujuan.
Menurut Hasibuan (2007:87) terdapat 3 (tiga)
sifat koordinasi, yaitu:
·
Koordinasi
adalah dinamis bukan statis.
·
Koordinasi
menekankan pandangan menyeluruh oleh seorang koordinator (manajer) dalam rangka
mencapai sasaran.
·
Koordinasi
hanya meninjau suatu pekerjaan secara keseluruhan.
Menurut
Hasibuan (2007:88) terdapat 4 (empat) syarat koordinasi, yaitu:
·
Sense of
cooperation (perasaan untuk bekerjasama), ini harus dilihat dari sudut bagian
per bagian bidang pekerjaan, bukan orang per orang.
·
Rivalry,
dalam perusahaan-perusahaan besar sering diadakan persaingan antara
bagian-bagian, agar bagian-bagian ini berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan.
·
Team
spirit, artinya satu sama lain pada setiap bagian harus saling menghargai.
·
Esprit de
corps, artinya bagian-bagian yang diikutsertakan atau dihargai, umumnya akan
menambah kegiatan yang bersemangat.
Kemudian prinsip rentang manajemen (span of management) berkaitan erat dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara
efektif oleh manajer atau atasan. Antara rentang manajemen dan koordinasi
saling berhubungan erat. Ada anggapan bahwa semakin besar jumlah rentangan
semakin sulit untuk mengkoordinasikan kegiatan bawahan secara efektif.
Penentuan rentang manajemen yang tepat adalah rentang
manajemen mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja
efektif dari bawahan mereka dan ada hubungan antara rentang manajemen di
seluruh organisasi dan struktur organisasi. Faktor-faktor yang memepengaruhi
antara lain :
•
Kesamaan fungsi-fungsi
•
Kedekatan geografis
•
Tingkat pengawasan langsung
yang dibutuhkan
•
Tingkat koordinasi
pengawasan yang dibutuhkan
•
Bantuan organisasi yang
tersedia bagi pengawas
B.
Wewenang
dan Jenis Wewenang
Wewenang merupakan
dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu
perusahaan.
1. Jenis-jenis
wewenang , meliputi :
a. Wewenang garis, adalah kekuasaan, hak dan tanggung jawab langsung berada
pada seseorang atas tercapainya tujuan. Ia berwewenang mengambil keputusan dan
berkuasa, berhak serta bertanggung jawab langsung untuk merealisasi keputusan
tersebut. Disimbolkan dengan garis
(_______).
b. Wewenang staff, adalah kekuasaan dan hak, hanya untuk memeberikan data,
informasi dan saran-saran saja untuk membantu lini, supaya bekerja efektif
dalam mencapai tujuan. Seseorang yang mempunyai wewenang staf, tidak berhak
mengambil keputusan dan merealisasikan keputusan serta tidak bertanggung jawab
langsung atas tercapainya tujuan. Tegasnya pemegang wewenang staf hanya
merupakan pembantu lini untuk menyediakan data, informasi, dan saran-saran
dipakai tidaknya tergantung manajer lini. Disimbolkan dengan garis
terputus-putus (---------).
c. Wewenang fungsional, kekuasaan seorang manajer adalah karena
proses-proses, praktek-praktek, kebijakan-kebijakan tertentu atau soal-soal
lain yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan oleh pegawai-pegawai
lain dalam bagian-bagian lain pula. Disimbolkan dengan garis terputus-putus dan
titik-titik (-●-●-●-●-●-●-).
d. Wewenang wibawa, kewibawaan seseorang adalah karena kecakapan, perilaku,
ketangkasan, dan kemampuan, sehingga ia disegani.
2. Sumber-sumber
wewenang , antara lain :
a. Teori wewenang formal
Wewenang
yang dimiliki seseorang bersumber dari barang-barang yang dimilikinya,
sebagaimana yang diatur oleh undang-undang, hokum, dan hukum adat dari lembaga
tersebut. Contoh : pemilik saham mempunyai wewenang karena saham yang
dimilikinya.
b. Teori penerimaan wewenang
Wewenang
bersumber dari penerimaan, kepatuhan, dan pengakuan para bawahan terhadap
perintah, dan kebijakan-kebijakan atas kuasa yang dipegangnya. Contoh : rakyat
memilih presiden, sehingga presiden memiliki wewenang untuk memerintah.
Presiden memiliki wewenang selama rakyat mentaati dan mematuhi
perintah-perintahnya. Jika rakyat tidak lagi mematuhi perintah-perintahnya maka
wewenang akan hilang.
c. Wewenang dari situasi
Wewenang
bersumber dari situasi darurat atau kejadian-kejadian luar biasa. Pemimpin yang
wewenangnya bersumber dari situasi sering disebut pemimpin sejati dan tanpa
pamrih, begitu situasi normal kembali maka wewenangnya akan hilang. Contohnya :
sebuah kapal laut terbakar, kemudian seorang penumpang memerintahkan agar
sekoci diturunkan dan perinyahnya ini ditaati serta dilaksanakan penumpang
lainnya. Orang tersebut mempunyai wewenang hanya karena situasi, serta
mengambil alih wewenang kapten kapalnya.
d. Wewenang dari jabatan
Wewenang
bersumber dari posisi yang dijabatnya di dalam organisasi yang bersangkutan.
Contohnya : Seorang dosen mempunyai wewenang untuk meluluskan seorang
mahasiswa, karena ia mempunyai wewenang (kedudukan=posisi) untuk itu.
e. Wewenang dari faktor teknis
Wewenang
bersumber dari computer yang dipakainya untuk memproses data. Operator
berwenang menginformasikan dan menjelaskan hasil proses data itu, menjadi suatu
keputusan yang diterima oleh orang lain.
f. Wewenang dari hukum
Wewenang
bersumber dari hukum atau undang-undang yang berlaku. Contohnya : Polisi
mengatur lalu lintas karena ada hokum yang mengaturnya.
3.
Batas-batas
Wewenang, terdiri dari :
a. Fisik
b. Alamiah
c. Teknologi
d. Ekonomi
e. Partnership agreement
f. Lembaga
g. Hukum
C.
Delegasi
Delegasi ialah tindakan memberikan
wewenang dan tanggung jawab formal untuk menyelesaikan aktivitas spesifik kepada
bawahan. Menurut Ralph C. Davis, pendelegasian
wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika penyerahan wewenang
berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban. Sedangkan menurut Louis A. Allen, pendelegasian adalah
proses yang diikuti oleh seorang manajer dalam pembagian kerja yang ditimpakan
padanya, sehingga ia dapat memperoleh orang-orang lain untuk membantu pekerjaan
yang tidak dapat ia kerjakan. Pendelegasian merupakan
alokasi atau pembebanan tugas, wewenang dan permintaan akan pertanggungjawaban
pelaksanaan tugas. Untuk efektifnya pendelegasian ada beberapa syarat :
- Rencana dan kebijaksanaan harus jelas
- Tugas dan wewenang harus dibatasi dengan yang diharapkan
- Orang yang diberi tugas
disiplin yang terbaik
- Komunikasi secara terbuk
- Sistem pengawasan perlu diciptakan
D.
Sentralisasi
dan Desentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau
yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi
banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi
daerah. Secara teoritis, sentralisasi
memiliki keunggulan. Keunggulannya adalah:
- Organisasi menjadi lebih ramping dan
efisien. Seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga pengambilan
keputusan lebih mudah.
- Perencanaan dan pengembangan organisasi
lebih terintegrasi. Tidak perlu jenjang koordinasi yang terlalu jauh
antara unit pengambilan keputusan dan yang akan melaksanakan atau
terpengaruh oleh pengambilan keputusan tersebut.
- Peningkatan resource sharing dan
sinergi. Sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien karena dilakukan
secara terpusat.
- Pengurangan redundancies aset dan
fasilitas lain. Satu aset dapat dipergunakan secara bersama-sama tanpa
harus menyediakan aset yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda.
- Perbaikan koordinasi. Koordinasi menjadi
lebih mudah karena adanya unity of command.
- Pemusatan expertise. Keahlian dari
anggota organisasi dapat dimanfaatkan secara maksimal karena pimpinan
dapat memberi wewenang. Namun disamping itu sentralisasi pun memiliki kelemahan antara lain :
- Kemungkinan penurunan kecepatan pengambilan
keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan dengan pendekatan
sentralisasi seringkali tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang
sekiranya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tersebut.
- Demotivasi dan disinsentif bagi
pengembangan unit organisasi. Anggota organisasi sulit mengembangkan
potensi dirinya karena tidak ada wahana dan dominasi pimpinan yang terlalu
tinggi.
- Penurunan kecepatan untuk merespon perubahan
lingkungan. Organisasi sangat bergantung pada daya respon sekelompok orang
saja.
- Peningkatan kompleksitas pengelolaan.
Pengelolaan organisasi akan semakin rumit karena banyaknya masalah pada
level uniit organisasi yang di bawah.
5.
Perspektif
luas, tetapi kurang mendalam. Pimpinan organisasi akan mengambil keputusan
berdasarkan perspektif organisasi secara keseluruhan tapi tidak atau jarang
mempertimbangkan implementasinya akan seperti apa.
Desentralisasi adalah
pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer
atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi.
Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta
menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan
efektifitas dan produktifitas suatu organisasi. Konsep desentralisasi memiliki keunggulan, antara
lain :
- Jenjang manajemen lebih sedikit (flat)
- Birokrasi berkurang. Pengambilan keputusan
akan berada pada unit yang sekaligus melaksanakan.
- Lebih responsif terhadap perubahan. Unit
organisasi akan lebih mudah menghadapi situasi terkini karena pengambilan
keputusan ada pada unit desentralisasian.
- Lebih mendorong kreativitas dan
pengembangan ide baru. Unit-unit organisasi yang ada akan berupaya
mengembangkan potensi dirinya.
- Motivasi karyawan lebih tinggi. Anggota
organisasi akan mempunyai rasa memiliki organisasi yang tinggi dan
termotivasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja unit
organisasinya.
- Keterlibatan karyawan lebih besar. Banyak
penelitian yang menunjukkan bahwa partisipasi yang lebih tinggi akan
meningkatkan kinerja organisasi.
- Kapabilitas organisasional meningkat.
Kecakapan organisasi akan lebih meningkat karena tersedianya sumber daya
manusia yang terlatih dan teruji dalam memimpin organisasi. Namun
disamping itu desentralisasi pun memiliki kelemahan antara lain :
1. Manajer pada tingkat yang lebih rendah dapat membuat keputusan yang
tidak sejalan dengan strategi umum perusahaan
2. Dapat terjadi kurangnya koordinasi antar manajer
3. Manajer pada level yang lebih rendah mungkin memiliki tujuan yang
berbeda dari tujuan perusahaan secara keseluruhan
4. Dalam organisasi terdesentralisasi, agak sulit untuk menyebarkan gagasan
inovatif secara efektif
A.
Kesimpulan
Fungsi pengorganisasian merupakan fungsi dalam
manajemen yang berpusat pada pembagian tugas. Pengorganisasian dapat dilakukan
dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus
mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang
bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus
diambil. Komunikasi antar bagian dalam pengorganisasian harus dijaga dengan
baik supaya adanya koordinasi yang kuat dan tidak terjadinya komunikasi
sehingga pertukaran informasi dapat berjalan dengan lancar yang akhirnya
meningkatkan kesejahteraan perusahaan.
Kemudian adanya kewewenangan dari para manajer dalam
mengambil tindakan pada suatu perusahaan, dan adanya sikap delegasi pada
perusahaan tersebut serta adanya sikap sentralisasi dan sesentralisasi dari
sejumlah manajer pada suatu struktur organisasi/perusahaan.
B.
Saran
Fungsi
pengorganisasian sangat penting dalam manajemen sebuah perusahaan. Sebuah
perusahaan harus didasari fungsi tersebut, agar dapat bersaing dengan
perusahaan yang lainnya. Fungsi-fungsi tersebut memiliki komponen yang penting.
Maka, di era globalisasi seperti ini peningkatan mutu karyawan dan manajer
harus berkualitas apalagi dalam pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban pada
sebuah perusahaan/organisasi.
Source:
http://www.google.com
/organisasi.org
http://organisasi.org/definisi_pengertian_sentralisasi_dan_desentralisasi_ilmu_ekonomi_manajemen
http://wawanhariskurnia.blogspot.com/2012/12/fungsi-pengorganisasian-dalam-manajemen.html












.jpg)
0 comments:
Post a Comment
Give Your Comments Guys