Friday, February 14, 2014

Tugas Karya Ilmiah : "1 dari 5 (Changdeokgung dari Dinasti Joseon)"

Posted by Anonymous

A.  Latar Belakang
Arkeologi sebagai ilmu yang mempelajari benda-benda tinggalan masa lampau di banyak negara, merupakan bidang yang sangat diminati, bahkan peminat dari luar sungguh sangat banyak menarik perhatian. Publik secara keseluruhan pada umumnya dapat  dikategorikan sebagai kalangan awam yang hampir tak peduli dengan keberadaan sumber daya Arkeologi. Bahkan masyarakat pada umumnya juga tak menghiraukan bahwa sumber daya tersebut harus dilestarikan. Maka kami sebagai generasi penerus bangsa akan berusaha meningkatkan kepedulian terhadap sumberdaya arkeologi, dengan cara mempelajari, menganalisis, dan mempublikasikan segala sesuatu yang termasuk di dalam sumberdaya arkeologi. Ketidakpedulian publik terhadap arkeologi menjadi masalah yang perlu disesuaikan dengan sumberdaya yang terdapat pada setiap daerah. Dimana, sumber daya arkeologi tersebut sebenarnya dapat menjadi pelajaran, inspirasi, dan motivasi bagi kita sebagai generasi penerus bangsa.
Disini telah tercantum jelas objek yang dipilih, itupun didasarkan dengan tahap-tahap dan metode-metode yang signifikan. Negara yang terletak di semenanjung korea ini, memiliki struktur dan fungsi yang unik. Seiring berjalannya waktu Korea Selatan semakin dikenal dalam dunia internasional, bukan hanya dalam bidang politik, ekonomi, pendidikian, melainkan kebudayaan dan sejarah. Istana Changdeok atau Changdeokgung adalah salah satu objek wisata di Korea Selatan yang bergengsi. Dari dulu hingga sekarang, istana ini selalu mengundang minat. Peminatnya bukan saja dari dalam negeri tetapi dari luar negeri pun ada. Maka dari itu, dalam karya tulis ini, akan disajikan seluk-beluk dari Istana Changdeok.

B.   Rumusan Masalah
Mengacu kepada uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah adalah:
1.      Bagaimana hubungan Istana Changdeok(Changdeokgun) pada masa Dinasti Joseon?
2.      Bagaimana proses pembangunan Istana Changdeok(Changdeokgung)?

C.   Maksud dan Tujuan
Dalam penyusunan Karya Ilmiah ini, penulis memiliki maksud dan tujuan tertentu, yakni:
1.      Mengoptimalkan pengetahuan generasi penerus bangsa dalam bidang Arkeologi.
2.      Memacu rasa keingintahuan para generasi penerus bangsa untuk meneliti dan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Arkeologi.
3.      Dan pada khususnya melestarikan serta memperkenalkan objek yang terdapat pada  Istana Changdeok(Changdeokgung) di kalangan nasional maupun internasional.

D.  Manfaat  Penulisan
Selain tujuan yang ingin penulis capai tentunya juga mempunyai manfaat-manfaat untuk penulis khususnya dan masyarakat pada umumnya, antara lain:

1.      Menyajikan hal-hal baru dalam proses pembelajaran yang di terima.
2.      Membantu meningkatkan kuantitas dan kualitas bagi para pelajar dalam pembangunan Arkeologi kedepan.
3.      Dan khususnya dapat mengetahui segala sesuatu tentang Istana Changdeok(Changdeokgung).



BAB I I: PEMBAHASAN

A.   Istana Changdeok(Changdeokgung) pada masa  Dinasti Joseon.
Istana Changdeok(Changdeokgung)
Hangul :창덕궁
Hanja :昌德宮
Gambar 1.2 Raja Taejo
(pendiri Dinasti Joseon)
 
Gambar 1.1 Donggwoldo sebuah lukisan pemandangan Changdeokgung.

Menyusul pembangunan Istana Gyeongbok tahun 1395 oleh Raja Taejo (pendiri Dinasti Joseon), istana Changdeok didirikan sebagai balai angin (istana kedua).
Di tahun 1392, Yi Bangwon atau Taejong membantu ayahnya untuk menggulingkan Goryeo dan mendirikan sebuah dinasti yang baru, Joseon. Ia mengharapkan ditunjuk sebagai pewaris tahta karena ialah yang paling banyak berkontribusi atas pendirian Joseon, namun ayahnya Taejo dan Perdana Menteri Jeong Do-jeon menyayangi putra kedelapan Taejo dan saudara tiri Yi Bangwon (putra kedua Ratu Sindeok) Yi Bangseok sebagai putra mahkota di tahun 1392. Kekuasaan Gyeongbokgung makin memburuk. Konflik ini meningkat karena Jeong Dojeon, yang meruncingkan dan meletakkan ideologikal, institusional, dan legal fondasi atas dinasti baru lebih daripada yang lainnya, melihat Joseon sebagai sebuah negara yang dipimpin oleh para menteri yang ditunjuk oleh raja ketika Yi Bangwon ingin mendirikan monarki yang mutlak dipimpin langsung oleh raja. Masing-masing pihak sadar akan kebencian masing-masing dan siap untuk menjadi yang menyerang duluan. Setelah kematian mendadak Ratu Sindeok, dan ketika Raja Taejo masih dalam suasana berkabung atas kematian istri keduanya, Yi Bangwon menyerang duluan dengan merampok istana dan membunuh Jeong Do-jeon dan para pendukungnya juga kedua putra Ratu Sindeok termasuk putra mahkota di tahun 1398. Peristiwa ini dikenal dengan nama Pertikaian Pertama Para Pangeran.
Terperanjat dengan kenyataan bahwa putra-putranya saling bunuh demi mendapatkan mahkota, dan kelelahan fisik dari kematian istri keduanya, Raja Taejo berabdikasi dan segera memahkotai putra keduanya Yi Bang-gwa, atau Raja Jeongjong, sebagai pemimpin yang baru. Satu dari tindakan pertama Raja Jeongjong sebagai monarki adalah mengembalikan ibukota ke Gaeseong, dimana ia percaya lebih nyaman disana. Satu dari Dinasti Goryeo, sekali lagi pada tahun 1400 dengan dalih keunggulan geografis itu, padahal sebenarnya, untuk menghindari perebutan kekuasaan. Taejong (Yi Bang-won) segera mengambil alih tahta kembali ke Hanseong (sekarang Seoul) mempunyai istana baru bernama Changdeokgung bukan bernama Gyeongbokgung karena ia telah membunuh saudara-saudara tirinya di Gyeongbokgung yang pembangunannya dipimpin oleh Jeong Do-Jeon, yang saingan raja sebelumnya. Namun Yi Bangwon mempertahankan kekuasaan sebenarnya dan segera terlibat di dalam konflik dengannya yang tidak puas dengannya, Yi Bang-gan, yang juga haus akan kekuasaan. Di tahun 1400, Jenderal Bak Po, yang kecewa oleh Yi Bangwon karena tidak memberinya cukup penghargaan atas jasanya di dalam Pertikaian Pertama Para Pangeran, berkomplot dengan Bangwon, Yi Bang-gan (Pangeran Hoean) dan memberontak melawannya yang dikenal dengan nama Pertikaian Kedua Para Pangeran. Yi Bangwon berhasil mengalahkan pasukan Yi Bangseok, kemudian mengeksekusi Bak Po dan membuang Bang-gan ke pengasingan. Raja Jeongjong, yang cemas akan kekuasaan saudaranya, kemudian mengangkat Yi Bangwon sebagai putra mahkota dan mengabdikasikan dirinya di tahun yang sama. Yi Bangwon naik tahta sebagai Raja Taejong, raja ketiga di Kerajaan Joseon.
Pada tahun 1592 istana Changdeok dibakar saat invasi Jepang dan direkonstruksi pada tahun 1609 oleh Raja Seonjo dan Raja Gwanghaegun. Pembakaran berikutnya adalah pada tahun 1623 karena pemberontakan Raja Injo terhadap Gwanghaegun. Istana ini juga diserang oleh Qing Manchu tapi sepanjang sejarahnya istana ini telah rekonstruksi dan diperbaiki beberapa kali tetapi berdesain seperti awal. Pusat pemerintahan pada lokasi Changdeokgung hanya sampai 1872, ketika itu Gyeongbokgung dibangun kembali. Kaisar Korea terakhir, Kaisar Sunjong tinggal di istana tersebut sampai kematiannya pada tahun 1926.
B.   Struktur Istana Changdeok(Changdeokgung)
Changdeokgung (Istana Changdeok) dibangun pada oktober tahun 1405, itu berarti sekitar lebih dari 600 tahun yang lalu. Pembangunannya selesai pada tahun 1412. Istana milik Dinasti Joseon ini adalah satu dari lima Istana besar yang dibangun sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan Dinasti Joseon. Dinasti Joseon adalah kerajaan terakhir di Korea yang berdiri pada tahun 1392 dan bertahan hingga tahun 1910 dan merupakan Dinasti terlama yang bertahan di Asia Timur.
            Istana Changdeokgung atau juga disebut changduk berada di dalam taman besar di Jongno-gu, di Seoul, ibukota republik Korea Selatan. Istana ini dirancang sebagai tempat sejarah urutan 122 dan mempunyai luas keseluruhan sebesar 580.000 m2. Meskipun halaman istana utama tidak termasuk “Kebun Rahasia” memiliki area 120.000 m2. Istana Changdeok terletak di sebelah timur Gyeongbokgung sehingga sering disebut dengan Donggung atau Istana Timur. Makna dari Changdeokgung (昌德宮) adalah Istana Kebajikan yang Berlimpah atau Istana Kemakmuran. Istana Gyeongbok adalah istana utama dan dikelilingi oleh kuil-kuil leluhur dan kantor-kantor pemerintahan. Namun istana yang disukai dan ditinggali lebih lama bukan Gyeongbok, melainkan Changdeok sebab merupakan tempat favorit dari raja-raja dinasti Joseon, selain itu istana tersebut sangat murni dan kental ciri khasnya dari keseluruhan istana-istana yang ada di Korea.
Gambar 1.3 Changdeokgung dari sisi depan
Istana Changdeokgung, dirancang dan dibangun berdasar perincian yang secara turun temurun diteruskan dari tiga periode kerajaan Korea yang mempertahankan banyak elemen dan tidak tergabung dalam Gyeongbokgung yang lebih kontemporer. Salah satu elemen tersebut adalah kenyataan bahwa bangunan Changdeokgung berbaur dengan topografi dari situs bukan terpaku pada alam, secara konsekuensi memberikan keunikan Korea dan menyatunya Istana Changdeok dengan bentang alam sekitar sehingga terlihat berpadu harmonis. Hal ini disebabkan, istana Changdeokgung merupakan kekayaan masyarakat Korea yang bersejarah sehingga renovasi yang dilakukan sangat memperhatikan dan mempertahankan bentuk aslinya. Changdeokgung sama seperti Lima Istana Besar lainnya di Seoul, hancur selama pendudukan Jepang. Saat ini, hanya 30% dari struktur Istana yang masih ada.
Sekarang ini terdapat 13 bangunan yang tersisa di istana dan 28 paviliun di taman. Istana dibangun antara Puncak Maebong, Gunung Bugaksan di belakang dan memiliki Rivulte Geumcheon yang mengalir di depan dipengaruhi oleh prinsip "baesanimsu" (배산임수) dalam teori Feng Shui. Kontras dengan Gyeongbokgung yang memiliki perencanaan teratur, bangunan di Changdeokgung lebih bebas tanpa sistem yang teratur. Meskipun strukturnya tampak kacau, semua bangunan yang selaras dengan lingkungan sekitar mereka.  Changdeokgung terdiri dari area pemerintah (治 朝, chijo) yang berpusat pada Injeong-Jeon (ruang utama), dan Seongjeong-Jeon (kantor pembantu di aula utama), kerajaan area pribadi (寝殿, chimjeon, yang berarti 'rumah kamar tidur raja'), daerah Nakseonjae di timur, dan utara Huwon luar perbukitan. Sebagian besar bangunan resmi seperti Injeongjeon, aula utama Changdeokgung, Seonjeongjeon, raja kantor, dan banyak kantor pemerintah (궐내각사, gwollaegaksa) ditempatkan di bagian depan istana, di luar ada pengadilan privat untuk raja dan ratu. Rumah raja seperti Seonjeongjeon, Huijeongdang, dan Nakseonjae dikelilingi dalam banyak bangunan dan pengadilan untuk menjaga apabila ada yang menerobos dari luar. Gaya Changdeokgung penuh kesederhanaan karena ideologi Konfusianisme.
Bangunan-bangunan tersebut diperhatikan termasuk gerbang Donhwa-mun (dibangun pada tahun 1412, dibangun kembali pada tahun 1607, dengan sebuah lonceng tembaga seberat 9 ton pendek atau 8 metrik ton), kemudian jembatan Geumcheongyo yang dibangun pada 1411., Huijeong-dang (tempat tinggal pribadi raja, yang kemudian digunakan sebagai gedung pertemuan), Daejo-Jeon (tempat tinggal), dan Nakseon-jae (bekas kediaman keluarga kekaisaran korea termasuk Putri Bangja). Serta Naeuiwon (Rumah Sakit). Di tempat inilah para dokter istana memberikan perawatan medis terhadap raja dan keluarganya.
  
                               Bagian dalam area Nakseon-jae                                                                             Tampak luar Naeuiwon

1.      Paviliun Buyongjeong dan kolam di Buyeongji daerah Huwon

 
Gambar 1.5 Juhanmu Merupakan sebuah perpustakaan yang bertingkat dua. Lantai pertama Juhanmu merupakan gudang buku yang menyimpan ribuan buku. Sedangkan pada lantai dua adalah ruangan membaca.

 
Gambar 1.4 Paviliun Buyongjeong dan kolam di Buyeongji daerah Huwon                  


Paviliun Buyongjeong  di bangun di dekat Buyongji (Kolam). Buyongji berukuran 34.5 m x 29.4 m dengan bentuk persegi yang ditengah-tengahnya terdapat pulau berdiameter 9 m. Kolam ini dibangun tahun 1707 bersama dengan Taeksuje yang sekarang merupakan tempat pavilion Buyongjeong. Taeksuje dipugar oleh Raja Jeongjo dan tahun 1792 dibangun Buyongjeong. Pemandangan makin indah karena letak yang berbatasan. Di Utara adalah Juhamnu, Yeonghwadang di bagian timur dan Buyongjeong di selatan dengan refleksi permukaan.

2.        Gerbang Donhwamun-Gerbang Istana Utama


Gambar 1.6 Donhwamun
Dibangun pada 1412, Donhwamun memiliki paviliun bertingkat dua tipe struktur kayu, dan merupakan yang terbesar dari semua gerbang istana. Donhwamun itu terbakar habis selama invasi Jepang ke 1592 dan dipulihkan pada 1608.
3.        Jembatan Geumcheongyo - jembatan tertua yang masih ada di Seoul.
                                                  Gambar 1.7 Geumcheongyo
Jembatan ini dibangun diatas aliran mata air dari utara dan dilingkupi “Oedang” yaitu bangunan terluar istana. Konsep jembatan tersebut berasal dari kepercayaan kuno bahwa suatu tempat yang didirikan jembatan tersebut membawa keberuntungan bagi istana. Adapun jembatan ini mempunyai ukuran panjang 12,9 m dan lebar 12,5 m. Jembatan ini dikonstruksi pada tahun 1411 oleh Raja Taejong. Dan Geumcheongyo merupakan jembatan batu tertua yang masih ada di Seoul hingga sekarang. Bangunan dari jembatan ini dihiasi pula dengan arca. Seperti “Haetae” arca yang dibangun di bagian selatan, disimbolkan sebagai binatang yang sangat mistis. Kemudian “Hyeounmu” arca kura-kura yang berada di utara.
4.        Injeongjeon
http://farm5.static.flickr.com/4064/4524954643_d0c37c50cd_m.jpg
Gambar 1.8 Ruang dalam Injeongjeon

Aula takhta Changdeokgung, itu digunakan untuk urusan negara utama termasuk penobatan raja baru dan menerima utusan asing. Awalnya dibangun pada 1405, itu dibangun kembali pada tahun 1610 setelah habis terbakar selama invasi Jepang 1592, dan ketiga kalinya pada 1804 setelah dihancurkan oleh api.

5.        Seonjeongjeon
 Sebuah kantor untuk pejabat yang berkuasa, raja mengadakan pertemuan dengan menteri sehari-hari, melaporkan urusan negara dan seminar di sini.

6.      Huijeongdang
http://farm5.static.flickr.com/4038/4525583470_de20317798_m.jpg Tadinya tempat tidur raja kamar, itu menjadi tempat kerjanya setelah Seonjeongjeon dianggap terlalu kecil untuk menjalankan urusan negara rutin. Huijeongdang asli dihancurkan oleh api di tahun 1917. Struktur yang direkonstruksi benar-benar berbeda dari aslinya karena pengaruh Barat baru-baru ini. Lantai kayu dan karpet, kaca jendela, dan chandelier dapat dilihat di dalam gedung.
7.      Daejojeon - kediaman resmi ratu.
 Daejojeon merupakan tempat peristirahatan ratu yang berlokasi didepan Huijeongdang, berada di pusat istana. dan juga sebagai tempat raja tidur dan sebagai tempat pendidikan pangeran.
Di belakang istana terdapat 78-acre (32 ha) Huwon (后 苑, kebun samping) yang awalnya dibangun untuk digunakan keluarga dan istana kerajaan yang perempuan. Menggabungkan taman kolam teratai, paviliun, dan lanskap rumput, pohon, dan bunga. Lingkungan dan istana itu serasi. Berbagai upacara yang diadakan oleh raja diadakan di Huwon. Pada periode awal dinasti Joseon, inspeksi militer dengan raja sendiri yang hadir telah dilakukan berkali-kali. Raja Sejo punya pasukan yang berparade yang diperintah dia di kebun. Selain itu, perjamuan makan, bermain permainan memanah, atau menikmati kembang api juga dilakukan di Huwon.
   
Gambar 1.12 Biwon.                                       Gambar 1.13 Huwon
8.      Ongnyucheon
 Ongnyucheon ("Jade Stream") kawasan ini sangat menarik. Saluran air berbentuk U yang dibangun pada tahun 1636 untuk cangkir anggur yang mengambang, dengan air terjun kecil dan sebuah puisi yang tertulis di batu di atasnya. Daerah juga mengandung lima paviliun kecil.

Lebih dari 300 tahun Istana Changdeok adalah pusat kedudukan kerajaan. Istana Changdeok dimasukkan dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1997. Menjadi istimewa karena dalam situs tersebut, bangunan terintegrasi dengan lingkungan.


BAB III : PENUTUP

A.     Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat penulis ambil dalam penyusunan Karya Ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.      Istana Changdeokgung atau juga disebut changduk berada di Seoul, ibukota republik Korea. Istana ini dibangun sejak dinasti Joseon periode 1395-1910.
2.      Pembangunan Istana Gyeongbok tahun 1395 oleh Raja Taejo (pendiri Dinasti Joseon).
3.      Dalam pembangunan Changdeokgung, terjadi pertikaian-pertikaian antara raja-raja Dinasti Joseon.
4.      Istana Changdeokgung merupakan tempat favorit dari raja-raja dinasti, karena istana tersebut sangat murni dan kental ciri khasnya dari keseluruhan istana-istana yang ada di Korea.
Istana Changdeokgung, dirancang dan dibangun berdasar perincian yang secara turun temurun diteruskan dari tiga periode kerajaan Korea, dan secara konsekuensi memberikan keunikan Korea.
Karena raja-raja melakukan tugas pemerintahan di Istana utama, Kyongbok, maka, Istana Changduk menjadi tidak banyak digunakan. Setelah terjadi kebakaran di Istana Kyeongbok dan Changyeong akibat serbuan Jepang pada tahun 1592, Istana Changduk dibangun kembali.
5.      Terdapat 13 bangunan yang tersisa di istana dan 28 paviliun di taman. Namun itu hanya 30 % dari sisa bangunan sebelumnya yang sudah dibangun kembali.
6.      Changdeokgung juga termasuk dalam daftar situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1997.

B.      Saran

1.      Changdeokgung sebagai salah satu objek wisata, dan juga salah satu budaya leluhur yang perlu di lestarikan, diharapkan agar dapat dikembangkan sebagaimana mestinya tanpa merubah struktur bangunan yang telah ada.
2.      Kepada seluruh warga dan bangsa khususnya kepada masyarakat Korea Selatan dapat juga diharapkan untuk turut serta menjaga serta memelihara  Istana Changdeokgung tersebut bagi kehidupan budaya di muka bumi ini hingga dimasa yang akan datang.


Source :
http://en.wikipedia.org/wiki/Changdeokgung
http://id.wikipedia.org/wiki/Changdeokgung
http://id.wikipedia.org/wiki/arkeologi
http://archive.kaskus.us/thread/3711022
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=337107569
http://www.antaranews.com/berita/1289535652/
http://korea.fib.ugm.ac.id/index.php/istana-changdeokgung/
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Juhamnu-001.jpg
http://my.opera.com/gonsik/albums/showpic.dml?album=680909&picture=10840665
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://farm4.static.flickr.com/3231/2975046272_3bebccdfb9_z.jpg%3Fzz%3D1&imgrefurl=http://www.flickr.com/photos/68558939%40N00/2975046272/&usg=__YQLL9OBRbIgDEw1YN5e2hYqwPjs=&h=428&w=640&sz=118&hl=id&start=5&zoom=1&itbs=1&tbnid=12IGXkiLFDyMiM:&tbnh=92&tbnw=137&prev=/images%3Fq%3DNaeuiwon%26hl%3Did%26sa%3DG%26biw%3D1280%26bih%3D610%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&ei=Kmh9TbHzM4flrAfal833BQ
http://anggraini-liebe.blogspot.com/2009/05/changdeokgung-palace.html



0 comments:

Post a Comment

Give Your Comments Guys

here i am - journalnjourney.blogspot.com. Powered by Blogger.
 

"Here I Am" Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review