Saturday, February 15, 2014

Hasil Uji Coba Larutan Asam dan Basa serta Penggunaan Indikatornya

Posted by Anonymous




BAB I

A.   Pendahuluan
Pada tahun, 1777, Antonie Laurent Lavoisier (1743-1794) mengemukakan bahwa asam mengandung unusr oksigen. Namun pada tahun 1810, Sir Humphry Davy (1778-1829) menemukan bahwa asam hydrogen klorida tidak mengandung unsur oksigen, Davy menyimpulkan bahwa unsur hidrogenlah, dan bukan unsur oksigen. Kemudian tahun 1814, Joseph Louis Gay-Lussac (1778-1850) menyimpulkan bahwa asam adalah zat yang dapat menetralkan alkali dan kedua golongan senyawa itu hanya dapat didefinisikan dalam kaitan satu dengan yang lain. Namun, konsep yang cukup memuaskan tentang asam dan basa, dan juga tetap diterima hingga sekarang, dikemukakan oleh Svante August Arrhenius (1859-1927) pada tahun 1884.
Senyawa asam dan basa sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Asam sitrat yang terkandum dalam jeruk dan asam cuka merupakan contoh senyawa asam. Sifat asam tersebut ditunjukan oleh rasanya yang masam. Contoh senyawa basa antara lain sabun yang mempunyai rasa pahit dan licin.
Asam merupakan zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Asam dapat menghasilkan ion H+ atau H3O+ bila dilarutkan dalam air. Dalam pelarut air, ion H+ dari asam diikat oleh air menjadi ion H3O+. Ion H+ adalah ion pembawa sifat asam. Basa merupakan zat yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH-. Ion OH- tersebut dinamakan sebagai ion pembawa sifat basa. Contoh lain dari basa yaitu kapur sirih, air sabun, air abu dan lain-lain.
Selain itu, sifat asam dan basa juga berkaitan dengan pH. pH(pangkat hidrogen) adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman suatu larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7, sedangkan larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7 dan larutan netral mempunyai pH=7. Untuk lebih memahami sifat larutan dan cara mengenalinya, adapun cara yang dapat menunjukkan keasaman dan kebasaan, yaitu menggunakan indikator asam-basa. Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang mampu menunjukkan warna berbeda pada dalam larutan asam dan basa. Misalnya, lakmus. Lakmus akan berwarna merah dalam larutan yang bersifat asam dan berwarna biru dalam larutan yang bersifat basa.

B.   Maksud dan tujuan
Dari hasil pengamatan dan percobaan ini, kita dapat mengetahui perbedaan antara asam dan basa serta netral. Adapun hal-hal lain, antara lain cara penggunaan indikator. Indikator yang digunakan, seperti kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah. Dalam penelitian ini pun kita mengganti indikator lab. dengan indikator alam (bunga kembang sepatu, bunga terompet, dan kunyit). Selain itu, kita dapat mengetahui sifat dari larutan asam-larutan basa dan cara mengenalinya serta menyatakan tingkat keasaman, basa dan netral.

Tujuan Penulisan :
Menyelesaikan tugas dari guru,
Menambah wawasan dan  pengetahuan tentang Larutan asam dan basa, serta netral.
Menambah media pembelajaran bagi para pembaca.

C.    Praktikum
Praktek uji coba membedakan larutan asam, larutan basa dan larutan netral dengan indikator asam-basa. Percobaan ini dengan larutan/bahan yang ada di sekitar kita. Kelompokkan larutan/bahan dengan sifatnya (asam-basa dan netral).






Bab ii

a.   Alat dan bahan

1.     Alat
è Air suling
è Gelas 17 buah
è Gunting
è Pisau kecil
è Sendok atau sedotan

2.     Bahan
è Deterjen atau Sabun
è Kapur atau Kapur Sirih
è Garam
è Gula
è Air laut
è Alkohol 70 %
è Larutan Cuka
è Jeruk
è Vitamin C

b.   Cara kerja
I.
1. Tuangkan seluruh larutan/bahan ke dalam masing-masing gelas
2. Jika ada bahan yang belum menjadi larutan tambahkan air suling 5ml
3. Aduk larutan tersebut.
4. Basahi indikator (kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah) pada masing-masing larutan
5. Tunggu perubahan warna pada indikator, kemudian cocokkan warna indikator.

II.
1. Ambil 3 buah gelas, tuangkan larutan/bahan pada gelas tersebut
2. Jika ada bahan yang belum menjadi larutan tambahkan air suling 5ml
3. Campurkan dengan kunyit pada gelas pertama, bunga kembang sepatu pada gelas kedua, dan bunga terompet pada gelas ketiga
4. Aduk larutan tersebut hingga rata
5. Basahi indikator (kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah) pada masing-masing larutan
6. Tunggu perubahan warna pada indikator, kemudian cocokkan warna indikator
7. Setelah itu ulangi lagi kegiatan ini pada larutan/bahan lainnya.
a.   Hasil pengamatan
I.

Larutan
Kertas Lakmus
Ket.
Biru
Merah
Deterjen atau Sabun

Biru
Biru
Basa
Kapur atau Kapur Sirih

Biru
Biru
Basa
Garam

Biru
Merah
Netral
Gula

Biru
Merah
Netral
Air laut

Biru
Merah
Netral
Alkohol 70 %

Biru
Merah
Netral
Larutan Cuka

Merah
Merah
Asam
Jeruk

Merah
Merah
Asam
Vitamin C

Merah
Merah
Asam






















II.
1.     Kunyit (C21H10O6)
Larutan
Kertas Lakmus
Ket.
Biru
Merah
Deterjen atau Sabun

Biru
Merah
Netral
Kapur atau Kapur Sirih

Biru
Merah
Netral
Garam

Biru
Merah
Netral
Gula

Biru
Merah
Netral
Air laut

Biru
Merah
Netral
Alkohol 70 %

Merah
Biru
Netral
Larutan Cuka

Merah
Merah
Asam
Jeruk

Merah
Merah
Asam
Vitamin C

Merah
Merah
Asam























2.     Bunga kembang sepatu (C6H5OH)
Larutan
Kertas Lakmus
Ket.
Biru
Merah
Deterjen atau Sabun

Biru
Biru
Basa
Kapur atau Kapur Sirih

Biru
Biru
Basa
Garam

Biru
Merah
Netral
Gula

Biru
Merah
Netral
Air laut

Biru
Merah
Netral
Alkohol 70 %

Biru
Merah
Netral
Larutan Cuka

Merah
Merah
Asam
Jeruk

Merah
Merah
Asam
Vitamin C

Merah
Merah
Asam























3.     Bunga Terompet

Larutan
Kertas Lakmus
Ket.
Biru
Merah
Deterjen atau Sabun

Biru
Biru
Basa
Kapur atau Kapur Sirih

Biru
Biru
Basa
Garam

Biru
Merah
Netral
Gula

Biru
Merah
Netral
Air laut

Biru
Merah
Netral
Alkohol 70 %

Biru
Merah
Netral
Larutan Cuka

Merah
Merah
Asam
Jeruk

Merah
Merah
Asam
Vitamin C

Merah
Merah
Asam






















Bab iii

a.   Pembahasan

1.     Deterjen atau Sabun
Deterjen atau sabun (RSO3Na) merupakan salah satu contoh basa. Karena sifatnya menunjukkan rasanya yang pahit serta licin. Selain itu jika dibasahi dengan kertas lakmus biru maupun kertas lakmus merah, perubahan yang didapat yakni warna biru. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan deterjen, warnanya berubah dari biru menjadi merah. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi hijau. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi jingga.
Reaksi deterjen dengan air :

RSO3Na + H2O                   RSO3Na(aq)+ + OH(aq)-

2.     Kapur atau Kapur Sirih
Dalam percobaan ini, bahan/larutan yang diambil yakni kapur sirih (CaCO2). Kapur sirih juga merupakan contoh dari basa. Setelah dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah warnanya berubah yakni tetap biru. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan kapur sirih, warnanya berubah dari menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi ungu. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah warna menjadi kuning.
3.     Garam
Disini garam (NaCl) ditambahkan dengan air agar dapat menjadi larutan garam. Dalam percobaan kali ini setelah dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah warnanya tetap berarti menandakan bahwa larutan garam termasuk contoh larutan netral. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan larutan garam, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi ungu. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat.
Reaksi deterjen dengan air :
NaCl + H2O                         HCl + NaOH
4.     Gula
Gula (C6H12O6) disini dicampur dengan air menjadi larutan gula yang juga digunakan dalam percobaan kali ini namun setelah dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah warnanya tetap berarti menandakan bahwa larutan gula termasuk contoh larutan netral. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan larutan gula, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi ungu. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat.
Rumus Kimia : C6H12O6 + H2O   
5.     Air laut
Air laut (NaCl) memiliki rasa sama seperti garam, namun dalam percobaan kali ini air laut dikategorikan netral karena, setelah dibasahi dengan kertas lakmus biru maupun merah warnanya tetap. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan air laut, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi ungu. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat. Karena air laut ialah contoh dari larutan netral maka pH=7.
Reaksi deterjen dengan air :
NaCl + H2O                         HCl + NaOH
6.     Alkohol 70 %
Alkohol (C2H5OH(aq)) atau (OH) juga temasuk contoh larutan netral karena setelah dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah warnanya tetap berarti menandakan bahwa larutan alkohol termasuk contoh larutan netral. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan alkohol, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi ungu. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat.
7.     Larutan Cuka
Larutan cuka (CH3COOH) termasuk contoh dari asam. Rasanya juga masam. Kemudian setelah dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah warnanya berubah menjadi merah. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan larutan cuka, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi merah. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat. pH larutan cuka yakni 2,9.

8.     Jeruk
Jeruk(jeruk nipis) (C6H8O7) yang rumus kimianya memiliki rasa yang masam. Karena sifatnya itu dapat dikatakan bahwa jeruk nipis termasuk asam. Dan ketika dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah berubah tetap warna merah. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan jeruk nipis, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi merah. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat.
9.     Vitamin C
Vitamin C (C6H8O6) juga salah satu contoh dari larutan asam. Selain itu rasanya yang masam merupan sifat dari asam. Dan ketika dibasahi dengan kertas lakmus biru dan kertas lakmus merah berubah menjadi warna merah. Berbeda pula pada indikator alam, ketika kunyit(warnanya kuning) dicampurkan dengan vitamin c, warnanya berubah menjadi orange. Kemudian dicampur dengan bunga kembang sepatu(warnanya ungu) berubah menjadi merah. Dan ketika dicampur dengan bunga terompet(warnanya coklat) berubah menjadi coklat.


b.   Penutup
Dari hasil percobaan pada aktivitas ini, kami menyimpulkan bahwa, dari larutan/bahan yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari memiliki sifat-sifat tersendiri. Namun, kita harus membuktikannya seakurat mungkin. Mungkin jeruk nipis, dapat dikatakan rasanya masam dan termasuk contoh asam karena kita mencicipinya namun bagaimana dengan asam sulfat yang bisa merusak kulit kita karena bersifat racun.
Maka dari itu, kita tidak hanya bisa mencicipi saja. Dan di percobaan kali ini, terdapat indikator (kertas lakmus biru dan merah) yang dapat membantu kita menentukan mana yang termasuk asam apabila berwarna merah, dan basa apabila berwarna biru, serta berwarna tetap apabila netral. Selain itu kita juga dapat mengelompokkan larutan/bahan tersebut menurut sifatnya(asam, basa, dan netral). Kemudian sama halnya dengan indikator alam(kunyit, bunga kembang sepatu, dan bunga terompet) yang di uji. Dengan demikian kita juga dapat menentukan tingkat keasaman, dan basa serta netral dari larutan/bahan yang di uji.

0 comments:

Post a Comment

Give Your Comments Guys

here i am - journalnjourney.blogspot.com. Powered by Blogger.
 

"Here I Am" Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review